Logopit-1595379189656

Menempuh Jalur Mediasi Para Pihak Sepakat Damai

Saat membacakan putusan kepakatan damai


Nganjuk,Duta Warta News - Proses hukum kesalahan pemakaian gelang saat lahir dan juga meninggalnya bayi, pasangan Fery Sujarwo dan Arum serta kuasa hukumnya memasuki ruang sidang Pengadilan Negeri Nganjuk. Rabu (30/09/2020).


Ketiga  hakim antara lain, Pronggo Joyonegoro,S.H (Ketua Majelis Hakim),D Putra Simbolon,S.H,(Hakim anggota) dan Ageng Priambodo P,S.H,M.H,(Hakim Anggota) memasuki ruang sidang.


Dalam Proses persidangan yang diketuai oleh Hakim Ketua Pronggo Joyonegara,S.H memasuki bacaan putusan , yang terungkap ," kesepakatan kedua belah pihak dan membayar biaya persidangan secara tanggung renteng,"putusannya 


Budi Setyohadi,S.H, kuasa hukum RSUD Nganjuk bersama juga Samsul Huda,SH,MH wakil dari Pemkab Nganjuk  menjelaskan," para pihak telah sepakat damai tanpa ada gugatan apapun,"ungkapnya.


Lebih lanjut ,ungkap Setyohadi,"tidak bisa membahas secara rinci dan detail,hak itu sudah ada kesepakatan internal,"jelasnya.


Di pihak korban,Kuasa hukum feri Sujarwo, Prayogo Laksono ,SH, MH menjelaskan,"apa yang menjadi putusan pengadilan itu lebih sederhana daripada penyelesaian melalui proses hukum acara perdata,"paparnya.


Lebih lanjut ungkap Kandidat Doktor Untag Surabaya ini, mengatakan," mediasi itu lebih Efisien,waktu tidak berlama lama dan bisa rahasia , menyangkut finansial,"jlentrenya.


Masih ungkap Prayogo,"sepakat damai itu bisa menjaga hubungan baik para pihak,dan hasil mediasi merupakan sebuah kesepakatan secara otomatis  berkekuatan hukum tetap,"ungkapnya.

Awak media mewawancarai Prayogo Laksono,SH,MH dan kliennya


Kemudian Prayogo memaparkan bahwa sepakat damai itu merupakan akses yang luas bagi para pihak yang bersengketa untuk memperoleh rasa keadilan,"jelas Advokat yang sebentar lagi menyandang Doktor.


Prayogo mengapresiasi pada majelis hakim yang bisa  mengupayakan perdamaian kepada para pihak melalui proses mediasi ini,"ungkapnya.


Ditambahkan oleh Prayogo,"telah sepakat menempuh jalur mediasi dan menemukan jalan damai," Jelas Kandidat Doktor Ilmu Hukum Untag Surabaya ini.


" para pihak  menandatangani akta perdamaian, adapun rincian nilai material dan immaterial tidak dapat dijelaskan secara rinci,mengingat telah ada kesepakatan internal, "papar Advokat muda yang sebentar lagi menyandang gelar Doktor.(Red/Djul)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama