Logopit-1595379189656

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas , SMA Negeri 1 Tanjunganom Siapkan Protokol Kesehatan


 Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tanjunganom Nganjuk,Sigit Tri Cahyono,S.Pd,M.Si.



Nganjuk,Duta Warta News - Mempersiapkan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah, SMA Negeri 1 Tanjunganom,Kabupaten Nganjuk ,melakukan polling sekolah dengan memberikan pertanyaan melalui angket kepada orang tua peserta didik,hasil responden yang tersaji sekitar 99,06% yang setuju anaknya belajar tatap muka terbatas sedangkan sisanya 0,04% tidak menyetujui tatap muka terbatas namun tetap menggunakan model pembelajaran daring.Selasa(22/09/2020).


Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tanjunganom,Sigit Tri Cahyono,S.Pd,M.Si menyampaikan bahwa uji coba pembelajaran tatap muka terbatas tetap menggunakan protokol kesehatan dengan cara melihat kondisinya siswa mulai dari berangkat hingga sampai di pintu gerbang.


Lanjut,ungkap Sigit Tri Cahyono ,"kondisi anak tetap diperhatikan,perlu pula tanya kepada orang tua siswa,apakah anak memiliki riwayat penyakit dalam atau paru,"jelasnya .

 

Jumlah siswa di SMA Negeri 1 Tanjunganom berjumlah 1050 anak ,dalam pembelajaran tatap muka terbatas,siswa dalamq belajar tetap wajib patuh protokol kesehatan.


Dalam penugasan kepada peserta didik  dijelaskan bagi anak yang tidak boleh mengikuti tatap muka oleh orang tuannya,tetap mendapatkan pembelajaran daring.


Ditambahkan oleh Sigit,"home visit dalam pembelajaran daring juga dilakukan kepada anak,mana kala siswa menemui tingkat pembelajaran yang menurutnya sulit, jangan sampai kesulitan tersebut tanpa terpecahkan ,tim BK dan wali kelas mendatanginya .


Pembelajaran tatap muka terbatas,siswa masuk bergilir,2 kelompok masuk ,1separo tingkat jenjang ,Minggu berikutnya,"paparnya.


Ujicoba pembelajaran tatap muka terbatas tetap mengedepankan materi esensial,dengan mengunakan kurikulum darurat .


Sigit Tri Cahyono,S.Pd,M.Si selaku kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tanjunganom,"semua Mapel total  24 mapel diberikan dalam 2 Minggu ,dengan mengunakan k-13 membutuhkan waktu 4 jam.


Masih ungkat Sigit,"Matari muatan separo pada  saat normal dan juga menggunakan SKB 4 menteri ,Walaupun dalam kondisi Covid-19 ini tetap upaya sekolah untuk melayani siswa ,"jelasnya.

Dengan mengunakan pembelajaran tatap muka terbatas itu juga untuk  meningkatkan kompetensi anak .


Pembelajaran tatap muka terbatas bagian juga dari sumber daya siswa.Pembentukan karakter anak dan memberikan pendidikan karakter, etika dan norma.(Red/Djul)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama