Logopit-1595379189656

Persiapan Pembelajaran Praktek Tatap Muka Di SMK Negeri 1 Jombang






Drs.Supriadi,M.kes saat diwawancarai di ruang kerjanya 


Jombang,Duta Warta News -  Mempersiapkan belajar praktek  tatap muka di lembaga sekolah , SMK Negeri 1  yang dipimpin Drs.Supriadi,M.kes  menggelar rapat internal persiapan pembelajaran Praktek Tatap muka di ruang kerja kepala sekolah .Selasa (8/09/2020).


Dalam arahannya Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Jombang,Supriadi menyampaikan proses belajar dan mengajar tatap muka di sekolah wajib mengikuti anjuran dari pemerintah yang dituangkan dalam penyesuaian keputusan bersama empat menteri tentang panduan pembelajaran di masa pandemi COVID-19 Nomor : 210/Sipres/A6/VIII/2020 tanggal 7 agustus 2020 bahwa satuan pendidikan di zona oranye dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka.


Lebih lanjut ungkap pria low profil ini,"Pada saat ini Kabupaten Jombang  sudah masuk pada zona kuning dan hijau artinya kita sudah diperbolehkan untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar tatap muka disekolah,sekitar 25 persen jumlah siswa yang dibatasi,"jelasnya.


Namun demikian persiapan  Pembelajaran rencananya minggu depan dengan beberapa  pertimbangan dan mematuhi protokol kesehatan.


Tim Gugus Tugas Covid-19 di sekolah,sebagian dari tenaga pendidik dan staf administrasi dengan mengamati serta melakukan pengecekan fisik dengan thermo - gun .


"Jika hasilnya negatif saat di check fisiknya  maka dapat diijinkan masuk sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap,"ungkap Kasek

Keberangkatan siswa tidak diperbolehkan naik kendaraan umum yang mana dapat bersinggungan dengan orang lain ,orang tua wajib memberikan ijin kepada anaknya saat hendak ke sekolah,jika tak berkenan sekolah tidak memaksa,"paparnya.


Sambil bincang santai, Supriadi menyampaikan," perlu mempersiapkan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka disekolah seperti tempat cuci tangan di luar kelas maupun didepan kelas masing-masing,"katanya.


Ditambahkan oleh Supriadi,"tempat cuci tangan didalam kelas, sabun pembersih tangan disetiap tempat cuci tangan atau hand sanitizer, masker untuk peserta didik dan guru, thermo-gun (pengukur suhu tembak),"ucapnya.


Masih kata Supriadi ," pembasmi kuman (desinfektan), face shield/pelindung wajah, alat semprot, toilet bersih, akses pelayanan  kesehatan sekolah," cetusnya.


Kemudian tanda jaga jarak 1,5 meter, tanda jaga jarak di tempat cuci tangan, tanda jaga jarak ditempat parkir sekolah, tanda area wajib masker di sekolah dan surat persetujuan dari orang tua/wali murid yang menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah," pungkasnya.


Diakhir pembicaraan dalam Persiapan pembelajaran praktek tatap muka yang pada intinya mempersiapkan lingkungan sesuai protokol kesehatan lembaga memberikan masker gratis juga menyiapkan tempat wastafel.



Disetiap ruang  kelas ada hand sanitizer,bangku diatur 1,5 meter dan jumlah siswa maksimal 12 sampaikan 15 siswa dan jam belajar hingga pukul  11 ,setiap hari sekitar 200 siswa dari 1600 siswa yang ada.(Red/Djul)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama