Logopit-1595379189656

Prayogo : Kaum Milenial Wajib Tahu Makna Kesaktian Pancasila

Prayogo Laksono,SH, MH (Kandidat Doktor Untag Surabaya )


 Nganjuk, DutaWartaNews- Putra terbaik Nganjuk yang menekuni profesi sebagai Advokat ,Penasehat Hukum, Likuidator, Auditor Hukum, Tax Lawyer & Kurator, Prayogo Laksono,SH,MH,saat ini melanjutkan program pendidikan doktor atau strata-3 (S3 ) di Universitas Tujuh Belas Agustus Surabaya.


 Kandidat Doktor Untag Surabaya ini memberikan kesempatan awak media duta warta news mewawancarainya sebelum berangkat ke Semarang dalam rangka penanganan kasus.


 Menyongsong Hari Kesaktian Pancasila,Prayogo Laksono berpandangan bahwa satu hal yang dikenang sebagai hari nasional di Indonesia.


 Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober,membuat Prayogo hidup di dua zaman  Ini terjadi setelah Peristiwa Gerakan 30 September yang lebih dikenal sebagai G30S/PKI.Ia mendapat pemahaman saat masih belajar di Sekolah Dasar di Desanya.


Dikisahkan oleh Prayogo saat Kakeknya bercerita,

Dimana diketahui pada peristiwa 30S/PKI, enam jenderal serta beberapa orang lainnya dibantai sekelompok orang yang menurut otoritas militer saat itu Partai Komunis Indonesia.


 Ditambahkan oleh Prayogo ,Gejolak yang timbul akibat G30S/PKI sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia, sehingga dinamakan Hari Kesaktian Pancasila," kisahnya .



Saat ini yang menjadi pertanyaan,Bagaimana  memperingati Hari Kesaktian Pancasila ditinjau dari sisi Perjuangan Kemerdekaan Ekonomi Bangsa? 


Sebagai anak bangsa yang cinta tanah air dan juga pendidikan, Prayogo menyampaikan motto generasi milenial.Tidak melulu mengejar harta, tapi milenial lebih mengejar solidaritas, kebahagiaan bersama, dan eksistensi diri agar dihargai secara sosial.


Masih ungkap Prayogo ,selain mengalami transisi dari segala hal yang bersifat analog ke digital, milenial atau generasi Y juga ini tumbuh seiring dengan semakin matangnya nilai-nilai persamaan dan hak asasi manusia, sehingga mempengaruhi pembawaan mereka yang bisa dinilai lebih demokratis.


Menurut Kandidat Doktor ini , organisasi PKI dan sisi kemanusiaan ,Apakah  melakukan pelanggaran HAM ? menurutnya PKI itu pelanggar berat HAM,melakukan pembunuhan, pemusnahan dan perbudakan,"paparnya.


Lebih lanjut ,ungkap Mahasiswa S-3 Untag ini  pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa, perampasan kemerdekaan atau kebebasan fisik lainnya secara sewenang-wenang,"urainya.


Kemudian ungkap Prayogo ," penyiksaan, pemerkosaan dan kejahatan seksual lainnya, penganiayaan, dan penghilangan orang secara paksa secara masif dan massal,"ungkapnya.(Red/Djul)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama