Logopit-1595379189656

Pengadaan Mobil Dinas Berjenis Alphard Dipertanyakan Praktisi Hukum

 

(Prayogo Laksono, SH,MH,saat akan mendampingi kliennya)

Nganjuk,Duta Warta News - Negara Lagi Sakit,Pemerintah mencari obat ,rakyat merasa gundah gulana,Kapan  Recovery ekonomi akibat adanya pandemi Covid-19 terjawab,hingga tata kelola keuangan menjadikan refocusing dan realokasi.Jumat (2/10/2020).


Di masa  pandemi Covid -19  Pemkab Nganjuk melalui laman pengadaan Barang dan jasa Kabupaten Nganjuk dengan  Kode :3660152,Nama, Pengadaan kendaraan dinas perorangan Alphard,senilai Rp.2.685.100.000,00 menjadi sorotan Pemerhati hukum , perencanaan dan penganggaran daerah.


Pengadaan mobil Alphard senilai Rp 2,6 miliar. mendapat kritikan dari salah seorang advokat Nganjuk,Prayogo Laksono ,SH ,MH.Ia menilai apa yang dilakukan oleh pihak sekretariat daerah (Sekda) kabupaten Nganjuk tidak memiliki prinsip prinsip Penganggaran baik APBD  murni maupun Perubahan Anggaran Keuangan (PAK)


Saat Prayogo memperhatikan  rapat  di Gedung dewan  kemarin sudah banyak yang mengingatkan anggota dewannya ,namun hal itu tidak cukup diingatkan ,harus dibatalkan agar tidak mencederai hati warga Nganjuk ,"pikirnya.


 "Toyota Alphard yang dianggarkan melalui Sekretaris Daerah Nganjuk  itu masuk waktu yang memaksa,tanggal 22 September 2020 ,"ungkap Prayogo.


"Penggunaan anggaran di masa pandemi Covid-19 saat ini memasuki evaluasi,seharusnya pemerintah melalui Tim eksekutifnya melakukan kajian sosial,atas asas manfaat,bermanfaat kah itu,"tanya Prayogo yang sebentar lagi menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum Untag Surabaya.


"Sekedar informasi bahwa pengadaan mobil mewah yang dilakukan Sekretariat Pemkab Nganjuk ternyata pernah ditolak DPRD. Namun penolakan itu tidak pernah dihiraukan,"ungkap Proyogo.(Red/Djul).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama