Logopit-1595379189656

Pembelajaran Daring dan Tatap Muka Terbatas Dilaksanakan SMA Negeri 1 Srengat

Sumino, S.Pd, M.Pd Kepala SMA Negeri 1 Srengat


Blitar, DutaWarta News - Sejak diperlakukan pembelajaran Daring di masa pandemi pencegahan penyebaran Covid-19, SMA Negeri 1 Srengat, Kabupaten Blitar telah melaksanakannya dengan memfasilitasinya menggunakan aplikasi zoom, google meet serta google classroom.


Untuk pembelajaran tatap muka terbatas diawali sekitar tanggal 18 Agustus 2020, dan SMA Negeri Srengat memulai pada tanggal 14 September 2020 dengan prosedur protokol kesehatan .


Disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Srengat, Sumino, S.Pd, M.Pd  bahwa sebagian siswa yang terjadwal masuk sekolah wajib patuh terhadap  Protokol Kesehatan sebagai  Standard Operasional Procedure (SOP)," jelasnya.


Mulai berangkat dari rumahnya, orang tua sudah mempersiapkan masker, dan memberikan ijin kepada anak didik untuk mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas.


Para siswa yang sudah memasuki lingkungan sekolah dichek suhu tubuhnya menggunakan Thermogun oleh tim satgas sekolah tetap menggunakan protokol kesehatan.


Tim satgas Pencegahan penyebaran Covid-19 sekolah check suhu tubuh siswa


Menurut Sumino," bilamana ada satu atau dua siswa saat dicheck suhu tubuhnya melewati angka 37 lebih hingga 38, anak tersebut diistirahatkan di tempat pengecekan sambil menunggu turunnya panas hingga sesuai yang ditentukan atau normal, mungkin pengaruh di jalan," ungkapnya.


Setelah siswa lolos kesehatan, tidak hanya tubuhnya namun juga saat parkir kendaraan bermotor pun tertata sesuai jarak yang diharapkan.


Sebelum masuk ruang belajar para siswa tetap wajib memakai masker, penyediaan wastafel untuk cuci tangan pakai sabun yang disediakan dan menggunakan hand sanitizer.


Sebelum masuk kelas siswa patuhi protokol kesehatan


Sarana dan prasarana tertata selang seling agar jarak tetap diperhatikan termasuk tempat duduknya  selang seling dalam satu baris ,dalam ruangan terdapat sekitar 18 anak yang siap belajar tatap muka terbatas dimulai pukul 8.00 wib -11.00 wib, sekitar tiga jam tanpa istirahat.


Lebih lanjut, ungkap Sumino," untuk ikut pembelajaran tatap muka terbatas, sekolah memberikan polling diijinkan atau tidak anak belajar tatap muka, tidak ada paksaan," paparnya.


Pembelajaran tatap muka terbatas ini memasuki periode ke -3, melihat kondisi dan perkembangan pencegahan penyebaran Covid-19 SMA Negeri 1 Srengat mendorong dilaksanakannya Uji-coba (Try out) ulangan pada penilaian akhir semester (PAS).


Pembelajaran dalam jaringan atau pembelajaran jarak jauh (Daring ) dan Luring, luar jaringan  (Tatap Muka Terbatas) tetap dilaksanakan agar warga belajar terlayaninya.


"Ruang konsultasi bagi anak-anak yang pada saat pembelajaran daring menemui kesulitan dalam materi ajar, sekolah tetap memberikan pelayanan siswa berkonsultasi agar dapat mengikuti pembelajarannya," jelas Sumino.


Semua mata pelajaran yang ada, tetap diajarkan sesuai yang dijadwalkan. Untuk pembelajaran tatap muka terbatas ini setiap harinya ada tiga mapel yang membutuhkan durasi waktu 60 menit.


Kegiatan belajar mengajar dalam pembelajaran tatap muka terbatas,patuhi protokol kesehatan


Untuk melakukan pembelajaran memasuki New Normal ada tiga tahapan yang perlu dilalui dengan adanya ujicoba empat belas hari, adanya masa transisi empat belas hari hingga new normal.


Dalam juklak protokol kesehatan, kegiatan seperti  kantin tidak boleh buka.


Diakhir pembicaraannya, Sumino, S.Pd, M.Pd, selaku Kepala sekolah berharap Covid-19 segera berakhir dan anak anak bisa melakukan kegiatan pembelajaran normal seperti biasanya.(Red/Djul).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama