Logopit-1595379189656

Pembelajaran Praktek Tatap Muka Di SMK Negeri 1 Wonoasri Patuhi Protokol Kesehatan

Wiwik Wiyati, M.Pd, selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Wonoasri


Madiun, DutaWarta News - Pembelajaran tatap muka terbatas SMK Negeri 1 Wonoasri yang beralamat di Jl. Panglima Sudirman No 1 Caruban, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, tetap mematuhi Protokol Kesehatan. Selasa (13/10/2020).


Wiwik Wiyati, M.Pd, selaku Kepala Sekolah menyampaikan proses belajar dan mengajar tatap muka di sekolah wajib mengikuti anjuran dari pemerintah yang dituangkan dalam penyesuaian keputusan bersama empat menteri tentang panduan pembelajaran di masa pandemi COVID-19 Nomor : 210/Sipres/A6/VIII/2020 tanggal 7 agustus 2020.


Lebih lanjut ungkap Wiwik ,"masing-masing siswa saat memasuki pintu gerbang sekolah, satgas Pencegahan penyebaran Covid-19 melakukan pengecekan suhu dengan alat Thermo- gun ," jelasnya.


Kemudian," siswa mencuci tangan sebelum masuk ruang belajar," imbuhnya.


Perlu diketahui bahwa satgas Covid-19 di sekolah, sebagian dari tenaga pendidik, staf administrasi, securiti dan siswa.


para siswa saat belajar praktek, tetap gunakan masker


"Dalam pengecekan itu jika hasilnya negatif saat di check fisiknya maka dapat diijinkan masuk sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap," ungkap Wiwik.


Dihimbau kepada orang tua agar keberangkatan siswa tidak diperbolehkan naik kendaraan umum yang mana dapat bersinggungan dengan orang lain, orang tua wajib memberikan ijin kepada anaknya saat hendak ke sekolah, jika tak berkenan sekolah tidak memaksa," paparnya.


Sambil bincang santai, Wiwik menyampaikan," perlu mempersiapkan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka disekolah seperti tempat cuci tangan, di luar kelas maupun didepan kelas masing-masing," katanya.


Ditambahkan oleh Wiwik, "tempat cuci tangan di depan kelas, sabun pembersih tangan disetiap tempat cuci tangan atau hand sanitizer, masker untuk peserta didik dan guru.


Di tempat yang sama Harno,S.Pd selaku Humas menyampaikan," pembasmi kuman (desinfektan), face shield/pelindung wajah, alat semprot, toilet bersih, akses pelayanan  kesehatan sekolah," ungkapnya.


Sejak mendapat ijin dari Ketua satgas Covid-19 Kabupaten dan dilanjutkan satgas Kecamatan Wonoasri, SMK Negeri 1 Wonoasri, dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka sekitar 25 % dari jumlah siswa yang ada.


suasana saat belajar didalam ruangan


Jadwal belajar dikelompokkan untuk Kelas 12 hari Senin, Selasa dan Rabu, dua shift dan kelas 11 hari Senin, Selasa rabu dua shift dan kelas 10 Kamis dan Jumat pembelajaran membutuhkan waktu  selama 2,5 jam.


Dalam ruang belajar dibatasi Maksimal 1 ruang kelas sebanyak 18 siswa termasuk masing masing kelas.


Untuk pembelajaran daring yang merasa siswa mengalami kesulitan dalam materi ajar dapat datang ke sekolah tetap menggunakan protokol kesehatan, sekolah menyediakan ruang konsultasi. Masing masing mata pelajaran selama pembelajaran Daring.


Jadi intinya di SMK Negeri 1 Wonoasri ada dua kegiatan pembelajaran, Tatap Muka Terbatas dan  Daring.


Menurut kepala sekolah, bahwa di SMK Negeri 1 Wonoasri terdapat 8 Program jurusan keahlian diantaranya DPIB ( designe permodelan Interior bangunan ) 6 Kelas180 siswa, multimedia terdapat 180 siswa serta Listrik 270.


Lanjut, jurusan TKRO ( Tehnik Kendaraan Ringan Otomotif) ada 210 siswa, Audiovideo ada 180 siswa TP (Tehnik pengolahan) ada 180 siswa, Tata busana 180 danTata boga 180 siswa.


Kemudian diinformasikan bahwa tanda jaga jarak 1,5 meter, tanda jaga jarak di tempat cuci tangan, tanda jaga jarak ditempat parkir sekolah, tanda area wajib masker di sekolah dan surat persetujuan dari orang tua/wali murid yang menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah," pungkasnya.


Saat ini sedang dilakukan tinjauan dari dinas kesehatan setempat untuk memantau jalannya proses pembelajaran tatap muka terbatas.


Inspeksi dari dinas kesehatan


Diakhir pembicaraan dalam Persiapan pembelajaran praktek tatap muka yang pada intinya mempersiapkan lingkungan sesuai protokol kesehatan lembaga memberikan masker gratis juga menyiapkan tempat wastafel.


Sarana dan prasarana pembelajaran tatap muka terbatas anak anak duduknya saat belajar susah tertata dan guru tetap duduk di depan.(Red/Djul)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama