Logopit-1595379189656

Pembelajaran Produktif Lebih Diutamakan di SMK Negeri 1 Nganjuk

Kepala sekolah SMK Negeri 1 Nganjuk, Heru Hertanto saat wawancara


Nganjuk, DutaWarta News - Di masa pandemi Covid- 19 ini, semua memang diharuskan untuk melakukan physical distancing, untuk memutus rantai penyebaran wabah virus corona ini. Dalam dunia pendidikan untuk mendukung pemerintah dalam membasmi wabah ini, maka diberlakukannya sistem belajar dari rumah atau pembelajaran jarak jauh .


SMK Negeri 1 Nganjuk sudah memperlakukan pembelajaran daring dan Luring  selama enam bulan berjalan. Namun kondisi wilayah yang berbeda, saat ini lagi melakukan pembelajaran pembelajaran jarak jauh terbatas.


Menurut Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Nganjuk,Drs.Heru Hertanto,M.MPd mengungkapkan bahwa sebenarnya dalam pembelajaran tatap muka terbatas ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti mata pelajaran Geomatika, hal ini masuk pembelajaran produktif," ungkapnya.


Lebih lanjut, Heru Hertanto menyampaikan bahwa rombel biasanya 44 kelas ini waktu normal,namun mengingat pandemi Covid-19 lembaga sekolah hanya 25% maksimal dan dalam 2 minggu akan terpenuhi 50%," jelasnya.


"Protokol kesehatan SMK Negeri 1 Nganjuk sangat diperhatikan oleh satgas Pencegahan penyebaran Covid-19 kecamatan setempat dan juga satgas sekolah dalam kegiatan pembelajaran praktek para siswa," paparnya.


Disinggung saat proses belajar mengajar di masing masing bidang, mantan Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Nganjuk ini menyampaikan," kondisi Covid-19 seperti ini tidak menjadi ketuntasan dalam penyampaian materi pelajaran, namun siswa harus belajar," katanya.


Pembelajaran Tatap Muka ini banyak pelajaran pelajaran yang khusus seperti yang ada di semua jurusan, yang terpenting guru menyampaikan pada anak didik," ungkapnya.


Siswa-Siswi dalam pembelajaran tatap muka terbatas


Penyediaan sarana dan prasarana tim gugus tugas pencegahan penyebaran Covid-19 selalu mempersiapkan seperti, hand sanitizer,disinpektan, sabun cuci tangan serta wastafel di sekeliling ruang kelas," paparnya.


Kemudian, apabila siswa mau masuk ruang belajar dianjurkan cuci tangan dan disemprot pakai hand sanitizer," katanya.


Untuk kebutuhan penyediaan penanganan Covid-19 ini, setiap seminggu sekali selalu mengecek keberadaan sabun, hand sanitizer dan disinpektan untuk keperluan hari berikutnya.


Disinggung evaluasi dalam pembelajarannya kurang lebih dua hari sekali untuk dilihat terutama tingkat kesulitan pada anak," tegasnya.


Salah seorang siswa SMK Negeri 1 Nganjuk saat Praktik Geomatika


Untuk waktu yang dibutuhkan 45 menit dua kali dan semuanya ada 9 jurusan, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI), salah satu yang tersebut di atas adalah geomatika, Dudi ketika boleh Prakerin nantinya," pungkasnya. (Red/Djul)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama