Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk gelar Job Fair ( Bursa Kerja ) di GOR bung Karno Nganjuk

NGANJUK, dutawartanews.com - Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Nganjuk melalui dinas tenaga, menggelar Job Fair ( Bursa Kerja )dan Edu Fair ( Pameran Pendidikan) di Gor Bung Karno, begadung Nganjuk kamis ( 22/05/2026) 


Dalam rangkaian job fair ini 51 Perusahaan Yang Siap Terima Tenaga Kerja, dan 4000 Lowongan pekerjaan dibutuhkan. Acara ini  diresmikan langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi didampingi wakilnya Tri Handy Cahyo Saputro ,disaksikan ribuan para pencari kerja , dalam gelaran ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah kabupaten Nganjuk mengurangi angka pengangguran di kabupaten Nganjuk .

Marhaen Djumadi, memberikan apresiasi tinggi atas langkah taktis yang diinisiasi oleh Disnaker. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia industri memberi peluang kepada warga nganjuk untuk berpenghasilan melalui industri industri yang berdiri megah di Kabupaten Nganjuk.. 


Acara ini digelar sebagai bentuk fasilitasi nyata bagi seluruh warga Nganjuk yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi maupun bagi yang sedang mencari pekerjaan.


Bupati Marhaen menyampaikan bahwa kepada warga masyarakat Nganjuk yang ingin melanjutkan sekolah ( kuliah) mereka dapat memanfaatkan momen Edu Fair untuk melihat pilihan kampus dan jurusan yang diinginkan. 

Sementara itu, untuk Job Fair, Pemkab Nganjuk sukses menyediakan 4.000( empat ribu) lowongan pekerjaan yang didukung oleh 51 perusahaan.


"Alhamdulillah, hari ini kita membuka dua agenda, yaitu Job Fair dan Edu Fair. Kita menyediakan 4.000 lowongan pekerjaan dari 51 perusahaan. Sementara ini 4.000, karena PT SAI yang saat ini membutuhkan 1.000, bisa jadi nanti bisa lebih karena mereka membuka pabrik baru yang diutamakan dari warga Nganjuk," ujar Marhaen Djumadi.


Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk untuk memperluas lapangan kerja bagi masyarakat yang belum bekerja. 


Program Magang ke Luar Negeri dan Dukungan Pemkab. Sebagai bentuk keseriusan dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemkab Nganjuk juga berencana membuka tempat pelatihan bagi tenaga kerja yang berminat ke luar negeri melalui program magang.. 



Kang Marhaen mengungkapkan bahwa pihak Pemkab telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan terkait program pelatihan kerja tersebut. Program magang ke luar negeri ini dinilai sangat menjanjikan, dengan potensi uang saku yang cukup besar bagi para pesertanya.

"Kemarin kita ketemu sama Bu Gubernur. Di provinsi itu, lewat Dinas Pendidikan, ada pelatihan-pelatihan untuk tenaga kerja magang ke luar negeri. Nanti Nganjuk juga akan kita buka untuk magang ke luar negeri. Uang sakunya lumayan juga, sekitar 10 jutaan di luar negeri. Nanti kalau sudah beberapa tahun, bisa langsung kerja di sana," jelas Bupati.


Ketika ditanya mengenai jumlah total perusahaan yang saat ini beroperasi di Kabupaten Nganjuk sendiri, Bupati Marhaen mengaku belum mengecek data aslinya secara mendetail, namun memperkirakan jumlahnya masih berada di bawah angka 100 perusahaan.


Suksesnya gelaran Job Fair dan Edu Fair di Gedung Olahraga (GOR) Bung Karno tidak lepas dari koordinasi matang yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk.


Kepala Disnaker Nganjuk, Itsna Shofiani, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya 51 perusahaan yang telah membuka peluang kerja bagi warga Nganjuk. 


Menurut Itsna, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor industri ini merupakan langkah nyata untuk menjembatani para pencari kerja di Nganjuk agar bisa langsung terserap ke dunia kerja secara efektif dan transparan.

Itsna Shofiani mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, serta komitmen luar biasa dari perusahaan-perusahaan . 


Salah satu yang menjadi sorotan adalah PT SAI yang membuka lowongan hingga 1.000 kuota, serta potensi perluasan tenaga kerja seiring dibukanya pabrik baru di wilayah Nganjuk.


"Kami sangat mengapresiasi kepercayaan tekad dari 51 perusahaan yang bergabung tahun ini. Menyediakan hingga 4.000 lowongan kerja bukanlah hal yang mudah, dan ini adalah peluang emas yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat Nganjuk," ungkap Itsna di sela-sela peninjauan stan pameran.


Ia menambahkan bahwa tingginya antusiasme para pencari kerja yang memadati area GOR menunjukkan bahwa program serapan tenaga kerja seperti ini memang sangat dibutuhkan dan dinantikan oleh masyarakat.


Selain memfasilitasi penempatan kerja domestik melalui bursa kerja ini, Disnaker Nganjuk di bawah kepemimpinan Itsna Shofiani juga siap mengawal program strategis kelanjutan yang dicanangkan oleh Pemkab Nganjuk. Salah satunya adalah persiapan pelatihan kerja untuk program magang ke luar negeri yang bekerja sama dengan Pemprov Jawa Timur.


Disnaker berkomitmen untuk terus mengasah kompetensi (skill) para calon tenaga kerja agar siap bersaing, baik di pasar kerja lokal maupun internasional yang menawarkan kesejahteraan lebih tinggi, seperti program magang dengan proyeksi uang saku mencapai 10 juta rupiah.


"Melalui momentum kesuksesan Job Fair kami berharap sinergi positif dengan dunia usaha dapat terus terjaga secara berkelanjutan, sehingga angka pengangguran di Kabupaten Nganjuk dapat terus ditekan secara signifikan dari tahun ke tahun,".



"Rdks"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rombongan LSM GMBI, datangi Kantor PWI dan Tambang TMKI atas Tuduhan Pelaporan ke Kejaksaan

"PERADIN" Tekankan Pembentukan Mahkamah Desa, ke Seluruh Indonesia

Nongkrong dan Ngopi, Bareng Kang Marhaen